Ada seorang istri yg cemburu gara2 suaminya akrab sama aku. Diterornya aku dgn sms & missed call. Huuuuhhh, aya2 wae….
Sebenernya aku pengen ketemu sama ibu itu dan suaminya, bicara yg jelas, runut, supaya nggak ada salah paham di antara kami.
Suaminya juga bilang (mudah2an nggak bohong), pernah nawarin istrinya utk ketemu aku, tapi si istri nggak mau.
Rupanya kecemburuan dan kebencian ibu itu ke aku udah sampai ke ubun2, jadi dia nggak akan mau terima penjelasan apa pun.
Kalau bisa ketemu, aku mau bilang, “Bu, nggak perlu cemburu sama aku. Nggak perlu juga nerror lewat sms atau miskol gitu. Aku nggak ada hawa sama suamimu. Bagiku, dia seperti abangku sendiri.” Dan kalau dia tetap nggak mau terima, aku mau bilang, “Kalau nggak pengen suamimu kenal cewek lain, ya sudah, biar dia di rumah aja, nggak usah kerja. Ikat di tiang, kunci semua pintu dan jendela biar dia nggak bisa ke mana2. Sita semua alat komunikasinya. Kalau perlu, kamu juga nggak usah kerja biar bisa terus ngawasin suamimu.”
Tapi rupanya kesempatan itu nggak ada. Atau belum?
Hubunganku dengan bapak itu pun jadi renggang. Sikapnya berubah. Aku ikut2an berubah. Jadinya aneh, serba nggak enak.
Seumur2, baru sekali ini aku mengalami hal ini. Aku biasa berteman dg laki2, baik yg masih lajang maupun yg sudah beristri. Dan semua mulus2 aja, nggak pernah ada yg pasangannya cemburu gitu. Apakah ibu itu minder? Apakah si suami punya track record jelek? Wallahu a’lam.
Yg jelas, aku merasa nggak nyaman dg situasi ini.
*Wahai para istri, sadarlah bahwa cemburu buta bisa merusak kehidupan, baik itu hidupmu sendiri maupun orang lain*
Recent Comments